PPEPD Gelar Survei dan Pengambilan Sampel Mataair di Provinsi Bali
Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat (PPEPD) Kementerian Lingkungan Hidup melaksanakan kegiatan survei dan pengambilan sampel mataair di Provinsi Bali pada tanggal 10–15 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan data kualitas dan kondisi ekosistem mataair sebagai dasar penyusunan strategi perlindungan dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
Lokasi Survei
Survei dilaksanakan pada 15 titik mataair yang tersebar di empat kabupaten:
- Kabupaten Gianyar
- Kabupaten Bangli
- Kabupaten Karangasem
- Kabupaten Buleleng
Pemilihan lokasi dilakukan secara purposif dengan mempertimbangkan fungsi vital mataair bagi masyarakat, khususnya mataair yang dimanfaatkan di wilayah rawan kekeringan, sumber air untuk sistem irigasi subak, serta mataair yang memiliki fungsi penting bagi kegiatan dan upacara keagamaan masyarakat Bali.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan dilakukan oleh tim teknis Direktorat PPEPD bersama instansi daerah dan pihak terkait guna memperoleh data lapangan yang komprehensif terkait kondisi fisik, kimia, serta karakteristik lingkungan di sekitar mataair. Pengambilan sampel dilakukan untuk menganalisis parameter kualitas air dan mengidentifikasi potensi tekanan lingkungan yang dapat memengaruhi keberlanjutan mataair.
Survei ini juga melibatkan pemerintah daerah, kelompok masyarakat, pengelola subak, serta tokoh masyarakat setempat untuk menggali informasi terkait kondisi eksisting mataair dan upaya konservasi yang telah dilakukan. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga keberlanjutan fungsi ekologis mataair di Bali.
Temuan Lapangan
Selain pengambilan sampel air, tim melakukan observasi area sekitar zona inti dan zona penyangga mataair, serta pemanfaatan lahan di sekitar kawasan imbuhan dan aktivitas masyarakat yang berpotensi memengaruhi kualitas dan kuantitas air.
Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar mataair masih menjadi sumber utama kebutuhan domestik dan pertanian masyarakat setempat, sehingga keberlanjutan debit dan kualitas air menjadi aspek yang sangat penting untuk dijaga.
Nilai Strategis Mataair Bali
Direktorat PPEPD menyampaikan bahwa mataair memiliki nilai ekologis, sosial, budaya, dan spiritual yang sangat penting bagi masyarakat Bali. Oleh karena itu, perlindungan mataair tidak hanya ditujukan untuk menjaga ketersediaan sumber daya air, tetapi juga mendukung keberlanjutan sistem pertanian tradisional dan pelestarian nilai budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Tindak Lanjut
Hasil survei dan analisis laboratorium selanjutnya akan digunakan sebagai bahan evaluasi kondisi kualitas air mataair dan penyusunan rekomendasi pengelolaan berbasis ekosistem. Melalui kegiatan ini, diharapkan upaya perlindungan mataair di Bali dapat dilakukan secara lebih terarah, berbasis data ilmiah, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan sumber daya air serta pelestarian budaya masyarakat Bali di masa mendatang.
