KELANA Jadi Panggung Aksi Generasi Muda, Mangrove Didorong Jadi Benteng Masa Depan
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Perlindungan Lingkungan Hidup meluncurkan program KELANA (Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda) bersamaan dengan pemutaran film dokumenter bertajuk "Menjaga Akar Negeri: Mangrove Indonesia untuk Dunia". Program ini menjadi platform pembelajaran lintas ekosistem yang mendorong pelajar dan generasi muda terlibat langsung di lapangan serta berinteraksi dengan komunitas lokal.
Visi KELANA
Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat menegaskan bahwa isu lingkungan tidak bisa dilepaskan dari peran generasi muda.
"Isu lingkungan ini memang tidak bisa dilepaskan dari peran generasi muda. Mereka adalah penjaga masa depan ekosistem kita."
KELANA dirancang untuk melahirkan duta digital lingkungan yang mampu menerjemahkan kekhawatiran terhadap krisis lingkungan menjadi pesan yang relevan dan kreatif — mengubah eco-anxiety menjadi aksi nyata di lapangan.
Mangrove sebagai Benteng Nasional
Indonesia mengelola 3,45 juta hektare kawasan mangrove, setara dengan sekitar 23 persen total mangrove dunia. Ekosistem ini memegang peran krusial sebagai:
- Pelindung garis pantai dari abrasi dan badai
- Habitat keanekaragaman hayati pesisir
- Penyerap karbon yang sangat efektif
Landasan Kebijakan
Perlindungan mangrove nasional diperkuat melalui dua instrumen utama:
- Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove
- Peta Mangrove Nasional 2025 sebagai referensi data otoritatif seluruh pemangku kepentingan
Film Dokumenter dan Kolaborasi
National Geographic Indonesia bermitra dalam produksi film dokumenter yang menampilkan kisah nyata komunitas pesisir dari Tarakan, Kalimantan Utara dan Palu, Sulawesi Tengah — dua wilayah dengan ekosistem mangrove yang kaya sekaligus rentan terhadap tekanan perubahan iklim dan alih fungsi lahan.
Sumber: kemenlh.go.id — 13 Mei 2026
